Senin, 11 Juli 2011

10 Tahun.... (Cerita hidupku)

Setelah kepindahanku ke Bekasi, aku dan nenekku sementara tinggal dengan omku di daerah Tambun Selatan tepatnya dibelakang PT. TOYOGIRI. Keesokan harinya aku beserta tanteku pergi mencari sekolah yang cocok untukku, aku diberikan 2 pilihan sekolah dasar, yang pertama SDN INPRES (sekarang SDN JATIMULYA 05 Tambun) dan yang kedua SDN BULU (sekarang SDN JATIMULYA 02 Tambun).

Tanpa pikir panjang aku pun memilih SDN BULU meski letaknya agak jauh dari rumah omku. Alasanku memilih SDN BULU (aneh ya namanya, itu karena letaknya ada di kampung BULU) karena kedua sepupuku sekolah disana dan karena aku masih sangat asing di kota Industri ini. Hari pertamaku masuk sekolah tidak ada yang berkesan karena aku hanya mendapatkan sindiran dari teman-teman baruku karena namaku "DEA" katanya seperti perempuan, biarlah aku terima semua sindiran dari teman-temanku itu karena aku yakin suatu saat mereka semua akan menjadi temanku.

Cuaca di Bekasi menurutku sangat panas berbeda sekali dengan kampungku yang udaranya sangat sejuk bahkan dimalam hari pun akan terasa dingin tapi di Bekasi mungkin hanya waktu subuh saja yang menurutku udaranya sejuk. Aku pun mencoba beradaptasi dengan warga sekitar meskipun aku kurang mengerti bahasa yang mereka ucapkan misalnya "Bagen, nanan, ora, gua, elu" dan masih banyak yang lainnya, aku pun belajar sedikit demi sedikit bahasa itu karena tidak ada dalam kamus bahasa Indonesia yang kubeli sebelum berangkat ke Bekasi.

Setelah beberapa bulan aku tinggal dengan omku, akhirnya ibuku memutuskan untuk mengontrak rumah yang tidak terlalu jauh dengan jalan raya, akhirnya kami pun pindah ke sebuah kontrakan kecil yang letaknya tidak terlalu jauh dari jalan raya dan tidak jauh pula dari rumah omku. Setelah pindah kekontrakan kakakku menyusul kami pindah ke Bekasi, jadi dalam kontrakan kecil kami tinggal berempat yaitu aku, ibu, nenek dan kakak ( pasti ada yang mikir kemana ayahku ? Aku tak tahu kemana ayahku yang pasti aku tak ingin menceritakan sedikit pun luka yang sangat dalam ini dalam catatanku ).

Aku harus beradaptasi kembali dengan lingkungan baru disekitar kontrakanku, aku merasa tidak terlalu sulit karena aku sudah mulai lancar berbahasa Tambun Dalem. Ternyata ada teman sekelasku yang rumahnya dekat dengan kontrakanku, syukurlah. Aku pun mempunyai teman bermain yang biasanya aku hanya diam dikontrakan menonton acara televisi, o ya aku hampir lupa temanku itu bernama Putra. Putra anak yang baik dan periang, aku sering diajaknya main gundu (kelereng) dan main sepak bola.

Setiap pagi aku berangkat sekolah selalu dengan putra, ya karena hanya dia yang aku kenal dan dekat dengan kontrakanku. Disekolah aku mulai beradaptasi dengan baik dengan teman-temanku meski tidak jarang aku sering dipalak (minta uang) oleh preman sekolahku, tak terasa aku sudah mau ujian akhir nasional aku pun mulai mengurangi semua aktifitas bermain. Aku harus belajar agar aku bisa mendapatkan hasil yang memuaskan targetku tidak tanggung-tanggung aku harus bisa masuk SMP favorit di Tambun.

Ujian Akhir Nasional akhirnya datang juga,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Singkat cerita UAN pun sudah selesai hanya tinggal menunggu hasil perjuanganku berjibaku dengan soal-soal yang membuatku penat. Hari yang dinanti pun telah tiba yaitu pengumuman hasil UAN, waktu itu wali kelasku mengumumkan 10 terbaik dari sekolahku, Alhamdulillah aku ada dalam urutan 10 terbaik meski aku ada diurutan ke-6 tapi aku puas dengan hasil ini karena akan membuat ibuku senang. NEM-ku pada saat itu 35,25 dan NEM minimum untuk masuk SMPN 1 Tambun Selatan waktu itu adalah 34,95. Akhirnya aku pun diterima disekolah yang menjadi targetku waktu SD, dari sekolahku yang diterima di SMPN 1 Tambun Selatan hanya 3 orang saja.

Tantangan baru ada didepan mata yaitu kembali beradaptasi dengan teman-teman baru di SMP favorit ini, hari pertama masuk MOS aku kaget dengan jumlah siswa yang diterima begitu banyak. Aku beserta para peserta MOS yang lain dikerjai oleh para senior habis-habisan selama 3 hari.

Kelas 1 SMP ibuku kecewa dengan nilai raportku yang jelek meski tidak ada nilai merah tapi terlalu banyak nilai cukupnya. Kelas 2 aku mati-matian merubah nilai raportku agar ibuku tidak kecewa, lumayan aku bisa meraih 10 besar. Dan kelas 3 aku menargetkan bisa masuk SMK terbaik di Kabupaten Bekasi dan nilai raportku bisa meraih 3 besar, Alhamdulillah perjuanganku tidak sia-sia, sampai aku sakit dan divonis dokter terkena penyakit "typus", aku pun harus merelakan acara perpisahan yang diadakan di Jogja karena aku harus istirahat total selama 1 minggu penuh. T_T

Setelah acara perpisahan selesai aku mempersiapkan berkas untuk dimasukan ke SMKN 1 Cikarang Barat, setelah memasukkan berkas aku dites fisik oleh pihak sekolah. Setelah beberapa hari aku mendapatkan surat dari pihak sekolah bahwasanya aku diterima disekolah tersebut, aku pun langsung memberitahukan kepada ibuku yang sedang bekerja. Ibuku senang dan bangga kepadaku karena aku bisa menepati janjiku padanya.

Ibuku adalah seorang pekerja keras, ia rela meninggalkan anak-anaknya demi kehidupan anak-anaknya kelak.....

Ibuku adalah seorang wanita yang kuat dan tegar, meski ayah pergi entah kemana ibu rela menggantikan tugas ayah yaitu mencari nafkah untuk keluarganya di kampung......

Ibuku adalah seorang wanita mulya bagiku....

Kutulis catatan ini saat ku renungi semua perjuangan ibuku membanting tulang demi menghidupi anak-anaknya,
Do'aku selalu untukmu wahai ibuku,,,,,,

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes