Rabu, 25 Juni 2014

RECALL PRODUK PT. XYZ (ETIKA PROFESI)



Studi kasus
PT. XYZ adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, perusahaan tersebut membuat sepeda motor jenis bebek. Pada awalnya perusahaan tersebut tidak ada masalah dalam pembuatan sepeda motor, namun pada suatu ketika terjadi insiden mesin dari sepeda motor yang diproduksi PT. XYZ terlepas dari rangka motor. Insiden tersebut terjadi saat sepeda motor sedang terparkir dan tidak ada korban dalam insiden tersebut.


Tindakan langsung
PT. XYZ langsung melakukan penarikan seluruh sepeda motor yang mereka produksi untuk menghindari terjadinya insiden serupa dan penarikan ini dilakukan untuk mencegah adanya korban jiwa. Kegiatan produksi pun dihentikan untuk menganalisis penyebab dari lepasnya mesin dari rangka motor.


Analisis Permasalahan
Setelah melakukan analisis, akhirnya diketahui penyebab dari mesin terlepas dari rangkanya adalah karena hasil pengelasan pada bracket engine tidak terjadi peneterasi. Maksudnya adalah pengelasan antara kedua material pada bracket engine tidak menempel sehingga saat bracket engine tersebut menerima beban yang cukup besar mengalami lasan terlepas. Setelah diketahui penyebabnya, PT. XYZ langsung melakukan pengecekan terhadap bracket engine yang berada di PT dan melakukan pemanggilan terhadap supplier dari bracket engine tersebut. Ternyata stok bracket engine yang berada di PT. XYZ keadaannya sama yaitu hasil pengelasan tidak ada peneterasi, akhirnya PT. XYZ melalukan tindakan tegas terhadap supplier dari bracket engine PT. BDK dengan memberikan pinalti. PT. BDK mengaku kesulitan melakukan pengecekan karena produktivitas yang sangat tinggi pada saat itu sehingga PT. BDK hanya mengutamakan output dibandingkan quality.

 Gambar (c) Tidak ada peneterasi

Kerugian
Akibat dari kejadian ini PT. XYZ harus menarik sepeda motor kurang lebih 20.000 unit dan harus dihancurkan karena dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan, tidak disebutkan nominal kerugian dari kejadian ini karena termasuk rahasia perusahaan. Kerugian tersebut sepenuhnya ditanggung oleh PT. BDK selaku supplier dari bracket engine.


Tindakan Perbaikan
PT. XYZ melakukan trainning jenis defect pada pengelasan terhadap PT. BDK karena pengelasan merupakan proses yang paling vital dalam pembuatan rangka sepeda motor. Selain melakukan trainning, PT. XYZ menambah satu supplier untuk mengurangi supply bracket engine dari PT. BDK yang pada saat itu kesulitan untuk memenuhi permintaan yang sangat tinggi dengan kualitas yang tidak dikurangi. Kedua supplier setiap 6 bulan dilakukan trainning rutin di PT. XYZ untuk mencegah kejadian yang serupa terulang kembali.  

Kamis, 12 Juni 2014

SEKILAS TENTANG ISO

Pengertian ISO
Organisasi Standar Internasional (ISO) adalah suatu asosiasi global yang terdiri dari badan-badan standardisasi nasional yang beranggotakan tidak kurang dari 140 negara.  ISO merupakan suatu organisasi di luar pemerintahan (Non-Government Organization/NGO) yang berdiri sejak tahun 1947.  Misi dari ISO adalah untuk mendukung pengembangan standardisasi dan kegiatan-kegiatan terkait lainnya dengan harapan untuk membantu perdagangan internasional, dan juga untuk membantu pengembangan kerjasama secara global di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan kegiatan ekonomi. Kegiatan pokok ISO adalah menghasilkan kesepakatan-kesepakatan internasional yang kemudian dipublikasikan sebagai standar internasional.

Dengan adanya standar-standar yang belum diharmonisasikan terhadap teknologi yang sama dari beberapa negara atau wilayah yang berbeda, kiranya dapat berakibat timbulnya semacam technical barriers to trade (TBT) atau hambatan teknis perdagangan.  Industri-industri pengekspor telah lama merasakan perlunya persetujuan terhadap standar dunia yang dapat membantu mengatasi hambatan-hambatan tersebut dalam proses perdagangan internasional.  Dari timbulnya permasalahan inilah awalnya organisasi ISO didirikan.

Standardisasi internasional dibentuk untuk berbagai teknologi yang mencakup berbagai bidang, antara lain bidang informasi dan telekomunikasi, tekstil, pengemasan, distribusi barang, pembangkit energi dan pemanfaatannya, pembuatan kapal, perbankan dan jasa keuangan, dan masih banyak lagi.  Hal ini akan terus berkembang untuk kepentingan berbagai sektor kegiatan industri pada masa-masa yang akan datang.

ISO 9001


ISO 9001 merupakan sertifikasi yang berorientasi pada layanan pelanggan dan standar manajemen mutu yang diadopsi pada tahun 2000 oleh International Organization for Standardization (ISO). Menurut standar ini, sebuah organisasi harus menunjukkan kemampuan untuk memenuhi atau melampaui kepuasan pelanggan dalam hal fungsi produk, kualitas, dan kinerja. Demikian pula, organisasi tersebut juga harus selalu menerapkan peraturan, standar industri, dan praktik terbaik mengenai proses produksi dan hasil. Singkatnya, standar ISO 9001 memastikan bahwa organisasi menawarkan produk-produk berkualitas sekaligus mendorong dan bertindak atas umpan balik pelanggan, pengguna akhir, dan badan pengatur.

ISO 9001 merupakan kesepakatan internasional yang digunakan untuk menentukan standar universal yang berlaku untuk semua organisasi mengenai produk dan layanan yang memenuhi harapan pelanggan dan syarat peraturan. Kesesuaian dengan persyaratan peraturan dan harapan pelanggan, bagaimanapun, tidak cukup untuk memenuhi standar ISO 9001. Sebuah organisasi juga harus menciptakan sistem yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya perbaikan terus-menerus. Audit internal, audit oleh klien, dan audit oleh lembaga sertifikasi pihak ketiga independen harus didorong untuk membantu organisasi melakukan perbaikan terus-menerus.

Standar ISO 9001 dimaksudkan untuk berlaku bagi semua organisasi dengan berbagai skala dan bidang industri. ISO 9001 merupakan sertifikasi yang berorientasi pada layanan pelanggan dan standar manajemen mutu yang diadopsi pada tahun 2000 oleh International Organization for Standardization (ISO). Menurut standar ini, sebuah organisasi harus menunjukkan kemampuan untuk memenuhi atau melampaui kepuasan pelanggan dalam hal fungsi produk, kualitas, dan kinerja. Demikian pula, organisasi tersebut juga harus selalu menerapkan peraturan, standar industri, dan praktik terbaik mengenai proses produksi dan hasil. Singkatnya, standar ISO 9001 memastikan bahwa organisasi menawarkan produk-produk berkualitas sekaligus mendorong dan bertindak atas umpan balik pelanggan, pengguna akhir, dan badan pengatur.

ISO 9001 merupakan kesepakatan internasional yang digunakan untuk menentukan standar universal yang berlaku untuk semua organisasi mengenai produk dan layanan yang memenuhi harapan pelanggan dan syarat peraturan. Kesesuaian dengan persyaratan peraturan dan harapan pelanggan, bagaimanapun, tidak cukup untuk memenuhi standar ISO 9001. Sebuah organisasi juga harus menciptakan sistem yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya perbaikan terus-menerus.

Di antara keluarga standar ISO 9000, ISO 9001, sebagaimana diubah pada tahun 2008 dan ditambah pada tahun 2009, adalah satu-satunya standar dimana sebuah organisasi bisa mendapatkan sertifikasi. Sertifikasi bukanlah persyaratan kepatuhan, tetapi berfungsi untuk meyakinkan pelanggan bahwa suatu organisasi beroperasi sesuai standar yang ditetapkan. Ketika diterapkan pada lingkungan bisnis ke bisnis, sertifikasi ISO 9001 membantu menanamkan kepercayaan, terutama dalam situasi yang melibatkan hubungan bisnis baru atau joint venture. Sebagai contoh, sebuah perusahaan di Amerika Serikat mungkin kesulitan menemukan informasi valid tentang perusahaan di Indonesia. Mengetahui bahwa perusahaan di Indonesia memiliki sertifikasi ISO 9001 dapat membantu menanamkan kepercayaan perusahaan Amerika tersebut.
Prinsip ISO 9001
1. Fokus Pada Pelanggan
2. Kepemimpinan
3. Keterlibatan Karyawan
4. Pendekatan Proses
5. Pendekatan Sistem Pada Manajemen
6. Perbaikan yang terus menerus
7. Pendekatan Faktual pada Pengambilan Keputusan
8. Hubungan yang Saling Menguntungkan dengan Pemasok

ISO 14001

Masyarakat dunia sudah semakin sadar akan isu lingkungan dan menuntut setiap organisasi serta korporasi untuk beroperasi secara “hijau”. Sertifikasi ISO 14001 menjadi bukti kelayakan suatu organisasi, bisnis, dan fasilitas manufaktur dalam menunjukkan tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa sebuah organisasi atau bisnis telah mendedikasikan sistem manajemennya berdasarkan kesadaran lingkungan. Mendapatkan sertifikasi ISO 14001 pada gilirannya akan membuat masyarakat, pemerintah, dan calon pelanggan lebih menghargai suatu entitas bisnis yang pada akhirnya akan mengarah pada kemajuan usaha.
Pembentukan Internasional Organization for Standardization (ISO) merupakan salah satu hasil dari KTT Rio 1992 tentang Lingkungan Hidup. Organisasi ini pada tahun 1996, mulai membuat suatu standar bagaimana agar semua organisasi di seluruh spekrum industri dapat dikelola dengan cara yang bermanfaat bagi lingkungan. Hasil upaya ini lantas memunculkan BS 7750 atau serangkaian standar nasional tentang pengelolaan lingkungan yang terus disempurnakan dan akhirnya memunculkan seri ISO 14000. Pada dasarnya, seri standardisasi ISO 14000 berisi standar, pedoman, dan kebijakan yang mengatur pengelolaan lingkungan yang tepat oleh organisasi yang disertifikasi. ISO 14001 adalah yang paling dikenal dari seri ISO 14000.
Sertifikasi ISO 14001 menunjukkan bahwa organisasi, bisnis, atau entitas perusahaan telah mengidentifikasi dan menilai risiko lingkungan dari berbagai prosedur manajemen, dan telah mengembangkan metode dan rencana aksi untuk menanganinya. Sertifikasi membutuhkan kepatuhan dalam penerapan dan memastikan implementasinya hingga ke peraturan perusahaan dalam lingkup terkecil. Terdapat berbagai manfaat bagi organisasi setelelah memperoleh sertifikasi ISO 14001. Sertifikasi ini berarti akan membuat suatu organisasi lebih mampu menghemat keuangannya dengan melakukan konservasi material dan energi. Selain itu, organisasi yang memiliki sertifikasi ISO 14001 akan mendapatkan peningkatan positif atas persepsi publik karena tanggung jawab yang ditunjukkannya kepada lingkungan.
Manfaat ISO 14001


1.      menurunkan potensi dampak terhadap lingkungan
2.      meningkatkan kinerja lingkungan
3.      memperbaiki tingkat pemenuhan (compliance) peraturan
4.      mengurangi dan  mengatasi resiko lingkungan yang mungkin timbul.
5.      dapat  menekan biaya Produksi
6.      dapat mengurangi kecelakaan kerja
7.      dapat memelihara  hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak yang peduli terhadap lingkungan
8.      memberi jaminan kepada konsumen mengenai komitmen pihak manajemen  puncak terhadap lingkungan.
9.      dapat  mengangkat  citra  perusahaan,
10.   meningkatkan  kepercayaan  konsumen 
11.   memperbesar pangsa pasar.
12.   mempermudah memperoleh izin dan akses kredit bank.
13.   dapat meningkatkan motivasi para pekerja.
14.   mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan
15.   meningkatkan hubungan dengan supplier.
16.   langkah menuju pembangunan yang berkelanjutan
 


 







ISO 22000
ISO 22000:2005 adalah suatu standar internasional yang menggabungkan dan melengkapi elemen utama ISO 9001, dalam hal penyediaan suatu kerangka kerja yang efektif untuk pengembangan, penerapan, dan peningkatan berkesinambungan dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan (SMKP). ISO 22000:2005 menjaga keselarasan dengan sistem manajemen lainnya, misalnya ISO 9001 dan ISO 14001, untuk memastikan keefektifan integrasi sistem-sistem tersebut.
Manfaat Menerapkan ISO 22000:2005


1.     Menunjukkan suatu komitmen yang riil ke keselamatan makanan yang global dapat mengubah bentuk citra perusahaan anda menjadi lebih baik dan juga sebagai suatu alat, sebagai jaminan terhadap keselamatan dan mutu organisasi anda
2.     Untuk memastikan pemenuhan dengan semua perundang-undangan keselamatan makanan dan mengurangi resiko dari hukum.
3.     Karyawan mengetahui tentang HACCP dan manfaatnya
4.     Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kebersihan makanan selama produksi.
5.     Mengetahui prinsip higienis dan pedoman untuk pengendaliannya.
6.     Mengetahui cara pengendalian atau tindakan terhadap penyimpangan yang terjadi.
7.     Terjaminnya makanan dan minuman yang layak dikonsumsi.
8.     Terpeliharanya kepercayaan pelanggan international.
9.     Meningkatnya pengetahuan akan higienisnya makanan kepada semua karyawan.
10.  Secara tidak langsung membantu masyarakat dalam pengadaan makanan yang higienis.



Prinsip Prinsip Dasar ISO 22000:2005
Prinsip 1 – Komunikasi Interaktif
Bahaya keamanan pangan dapat terjadi di setiap proses pembuatan produk, sejak bahan baku diterima dari produsen pertanian, diolah dan diproses oleh produsen pangan, hingga disimpan dan didistribrusikan oleh distributor. Melalui komunikasi yang efektif dan interaktif di dalam mata rantai pangan itu, bahaya keamanan pangan mudah diidentifikasi dan dikendalikan.

Prinsip 2 – Sistem Manajemen
Sistem manajemen keamanan pangan yang efektif adalah sistem yang dijalankan atau dioperasikan dengan mengikuti pola dasar manajemen yang terstruktur dan sistematis.

Prinsip 3 – Prerequisite Program (Program Persyaratan Dasar)
Sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000:2005 memuat ketentuan-ketentuan prerequisite program


Sumber :
http://konsultaniso.web.id
http://prodic.co.id/
http://www.amazine.co
http://www.dephut.go.id

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes